Monday, December 7, 2015

Kopi Solo

Nikmatnya kopi ini sampai aku lupa APA yang harus aku kerjakan kemudian.

Sunday, December 6, 2015

Pagi di Keraton Solo

Nikmatilah hidup ini dengan kesederhanaan dan kearifan, jangan buang pikiran - pikiran untuk masa depan yang masih semu

Tari

Persembahan Dari Budaya terindah..dengan lantunan musik gamelan yang lembut menambah kesakralan gerak gemulai Budaya Indonesia

MASA DEPAN


masa depan itu tidak ada..hanya yang ada adalah hari ini..hari ini dilalui sebagai mana kita jalani..esok tidak tahu..lusa pun tidak tahu..semakin masa depan itu dibicarakan tidak lain halnya dengan berjalan melawan arus ombak lautan.

AKU

AKU LELAH

GENERASI BANGSA


Lihatlah mereka yang telah mereka tinggalkan masa - masa kebahagiaan bagi mereka...pagi yang penuh dengan tangisan anak - anak negeri ini menunggu sang Ibu..kata - kata yang sulit untuk diucapkan

JAVA JAZZ


Festival Java Jazz...Jakarta. Yang tak kalah dengan negera - Negara lain..

SISI JALAN


Kota Tua menjadi saksi tangisan anak bangsa..Kota Tua menjadi saksi rintihan anak Bangsa, Kota Tua menjadi saksi berkumpulnya generasi Bangsa..dan Kota Tua tempat ajang anak bangsa mencari jati diri.

Sahabat Sejati


Bapak Chasimon..lukisan Anak Betawi asli,,hidup dengan kesederhanaan, menjunjung tinggi martabat keluarga,,Sahabat..Engkau telah mengingatkan ku satu hal akan pentingnya hidup,,,SENYUM dan KEIKHLASAN

Kota Dan Pak Tua


Hidupku tinggal menikmati hari - hari, tetapi aku tidak bisa hanya berdiam diri, kupersembahkan segala kemampuanku dalam seni dan berkarya..disinilah tempatku si KOTA TUA dengan alunan boneka PAK TUA.

Senyumku

Nak...papa seperti kehilangan segalanya ...rindu bermain dengan mu..papa tidak bisa banyak berbuat apa2 hanya kerinduan yang terus mendalam. Sudah banyak waktu yang terlewatkan melihat perkembangan mu nak...

Akhir

DAYAK


MASIH ADAKAH DIMASA DEPAN NEGERI INI BUDAYA KU TERSISA...ATAUKAH AKAN HILANG BERSAMA HILANGNYA HUTAN KU..AKU BUKAN ANAK PENCAKAR GEDUNG,,AKU HANYA TITIPAN ALAM YANG BERSEMAYAM DALAM NURANI BANGSA.

ANAK - ANAK KU


TERLALU SIA - SIA HIDUP MEREKA, TANGISAN ANAK NEGERI, BANGSA YANG TENGGELAM SEDIKIT DEMI SEDIKIT,,TANPA HIRAUKAN GENERASI PENERUS.

Aku dan sahabat

BERSAMA KAMI SENDIRI, BERSAMA KAMI SEPI, BERSAMA KAMI MENANGIS

Kereta Purwakarta


Sisi lain dari sudut pandang Mataku dan Camera.